Public Service

[17 Agustus 2016 di Kecamatan Amfoang Tengah. Merayakan dan memaknai ulang “kemerdekaan”. Photo: M. Yusuf]

Layanan saya kepada masyarakat utamanya dalam dua bentuk, yakni pendidikan informal dan dukungan pada upaya pembangunan komunitas.

Pendidikan Informal

Untuk pendidikan informal, astronomi adalah topik utamanya, dengan target pelayanan adalah masyarakat umum, siswa sekolah, guru, serta para jurnalis. Objektifnya adalah masyarakat umum, terutama generasi muda, yang kaya akan pengetahuan alam, kuat daya rasionalnya, serta terinspirasi oleh keindahan alam raya.

Moda utama pendidikan informal ini berupa perjumpaan langsung seperti dalam bentuk kunjungan publik ke Observatorium Bosscha, dan juga sebaliknya kunjungan kami ke sekolah dan beragam ruang publik di berbagai penjuru Indonesia. Untuk yang kedua ini saya berasosiasi dengan Universe Awareness Indonesia, yang merupakan anggota dari Universe Awareness for Children, suatu program dunia yang bergiat dalam pendidikan astronomi untuk anak-anak. Moda lain berupa tulisan di media massa, atau platform lain yang mudah diakses oleh masyarakat.

Pembekalan guru dan fasilitator pendidikan informal dalam bidang astronomi adalah program strategis yang dapat menjangkau masyarakat Indonesia hingga ke pelosok.

PublicEducation

Pelatihan dan pendampingan dalam topik astronomi untuk guru dan fasilitator pendidikan informal di Timor sejak 2014, ketika astronomi belum dikenal, hingga teman-teman di sana dapat menjalankan program pendidikan informal astronomi secara mandiri mulai tahun 2017.

https://bosscha.itb.ac.id/

 

Selain topik astronomi, saya ikut mengupayakan pembekalan guru dalam bidang Science Technology Engineering Arts Mathematics (STEAM) bersama-sama dengan rekan-rekan alumni Institut Teknologi Bandung angkatan tahun 1983 (Ganesha83).

https://steam.g83itb.org/

 

Pembangunan Komunitas

Tentu “pengembangan komunitas” atau community development dapat berarti amat luas. Yang saya maksudkan di sini hanyalah mencakup pembangunan komunitas yang utamanya adalah pembangunan kapasitas atau capacity building sebagai bentuk peningkatan kemampuan masyarakat dalam upaya membangun dirinya. Penambahan pengetahuan, penghalusan ketrampilan, perluasan horizon, penguatan relasi positif, dan peningkatan motivasi, menjadi modal yang senantiasa melekat pada individu dan komunitas.

Strategi efektif dalam pembangunan komunitas dimulai dari peninjauan masyarakat atau komunitas yang hendak didukung, mengenali segala elemen kehidupan, kondisi, dan aspirasi mereka, mengenali kebutuhan dasar dan kebutuhan untuk mencapai cita-cita mereka. Berikutnya adalah bersama-sama merancang masa depan yang lebih baik, menentukan strategi untuk mewujudkannya, cara mengevaluasi hasil kerja, dan lain sebagainya. Jelas ini semua memerlukan kompetensi pada berbagai disiplin ilmu dan ketrampilan, termasuk ketrampilan berkomunikasi. Oleh karena itu, pekerjaan pembangunan komunitas selalu memerlukan kerjasama berbagai pihak dengan berbagai keahlian dan peran.

Dalam konteks yang sempit, pekerjaan pembangunan komunitas yang team dan saya upayakan berfokus pada daerah di sekitar lokasi observatorium astronomi yang sedang disiapkan di pedalaman Pulau Timor. Tepatnya di Gunung Timau, di Kabupaten Kupang. Tujuan bersama pembangunan komunitas ini adalah adanya masyarakat pedesaan yang maju, sehat, sejahtera, yang berdampingan dengan sebuah observatorium astronomi modern yang sukses memfasilitasi kemajuan astronomi di Indonesia. Tujuan ini secara inheren mengharuskan pembangunan yang berkelanjutan dalam arti seluas-luasnya: kami ikut mengupayakan tercapainya elemen-elemen Sustainable Development Goals, memastikan kesetimbangan ekosistem yang baik antara alam dan manusia, dan langit yang senantiasa terbebas dari polusi cahaya, polusi udara, dan berbagai kontaminasi akibat perilaku dan teknologi manusia.

Upaya strategis yang kami laksanakan adalah pembekalan guru, generasi muda, dan among masyarakat dalam perolehan energi dan air bersih dari sumber berkelanjutan dan dengan metode yang mudah dan ekonomis. Energi dan air adalah dua topik yang amat relevan dalam astronomi, sehingga tidak menjadi terlalu janggal bahwa astronom yang menjadi pemimpin proyek ini. File pdf berikut berisi ringkasan dan ilustrasi program ini.

CommunityDevelopment-and-DarkSkyProtection

Air

Di atas adalah sedikit dokumentasi dari beberapa kali public engagement tentang air: pengenalan asal-usul air di alam semesta dan seluk-beluk air di Bumi, serta ide manajemen air yang baik; pelatihan di sekolah untuk memasang talang dan menghitung debit air hujan yang dapat ditampung; dan aplikasinya berikut instalasi sistem penyaringan air untuk di Puskesmas Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang.

Berikut adalah salah satu rekaman video kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kabupatan Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2016-2017 yang dilaksanakan oleh Observatorium Bosscha dan Kelompok Keahlian Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, dengan dukungan Indonesian Institute for Energy Economics, Universitas Nusa Cendana, dan Politeknik Negeri Kupang. Kami berterimakasih atas dukungan dana dari Office of Astronomy for Development, International Astronomical Union, atas grant untuk Premana W. Premadi, dan juga dana pengabdian pada masyarakat dari Institut Teknologi Bandung untuk Hesti Wulandari dan Premana W. Premadi.

https://www.unawe.org/updates/unawe-update-2017-010/

Untuk periode selanjutnya, tahun 2017-2019, pekerjaan peningkatan kapasitas dalam STEM untuk masyarakat di sekitar lokasi pembangunan observatorium astronomi di Timor dilanjutkan dengan topik lebih astronomis. Untuk ini kami bekerjasama dengan team dari Jodrell Bank Centre for Astrophysics, University of Manchester, yang berpengalaman banyak membina kemampuan astronomi di beberapa negara di Afrika.

Proyek ini didanai oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dengan skema Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam bentuk hibah penelitian kepada Premana W. Premadi, dengan kolaborator René Breton yang memperoleh dana dalam kerangka Newton Fund dari Research Council of United Kingdom.

SeminarDIPI-03122018-PWPremadi

 

AWS-FogCatcherforWaterPerangkat penangkap kabut untuk perolehan air bersih, dilengkapi dengan pengukur cuaca otomatis dan sederhana. Keduanya dirancang dan dibuat sendiri oleh team di Observatorium Bosscha (M. Irfan, M. Najib Alyasyfi, dan P. Premadi). Peralatan ini dirancang agar cara kerjanya mudah dipahami, dibuat dengan bahan yang murah dan mudah diperoleh, dan hemat energi, sehingga mudah direplikasi untuk berbagai keperluan. Rancangan ini pengukur cuaca otomatis sudah diuji dan dikalibrasi terhadap pengukur cuaca komersial.

Pelatihan-Listrik-Politeknik

Pelatihan pelistrikan intensif untuk empat pemuda pertama dari Kecamatan Amfoang Tengah di Politeknik Negeri Kupang. Spesialisasi instalasi dan perbaikan ringan perangkat Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

 

DSCN7635

Sistem pemantau cuaca dan pengukur kualitas langit astronomis terpadu dengan tenaga listrik dari matahari. Perangkat penyimpan data terlindung dalam bilik.

 

Untuk mengembangkan astronomi radio di Indonesia, ITB bekerjasama dengan University of Manchester.

Manchester-2017

Berbagai topik riset terkini dalam astronomi radio di Jodrell Bank Centre for Astrophysics diperkenalkan di Program Studi Astronomi ITB. Sedangkan di Universitas Nusa Cendana di Kupang, diperkenalkan materi dasar tentang radio astronomi dan teknologi antena sederhana.

Presentation1

Slide2

Semangat para guru dan siswa untuk menjaga langit dari polusi cahaya agar senantiasa berbintang.

Slide1